Loading
X
Selamat Datang di Portal Resmi Dinas Kesehatan Bojonegoro © 2014
Pertemuan Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Pertemuan Angka Kematian Bayi (AKB)

Pertemuan dipimpin oleh Ibu BUPATI

 

Peserta Pertemuan sejumlah 25 orang terdiri dari :

  1. Organisasi Profesi (IDI, IBI dan PPNI) = 3 orang
  2. Direktur Rumah Sakit se Kabupaten Bojonegoro = 10 orang
  3. Kabid Yanmed RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Sumberejo dan RSUD Padangan = 3 orang
  4. Kadinkes, Kabid dan Kasi yang terkait di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro = 9 0rang

 

Pertemuan diawali dengan parapan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro tentang gambaran umum dan upaya penurunan kematian ibu dan kematian bayi di Kabupaten Bojonegoro sbb:

 

Angka Kematian Ibu (AKI) :

Target Kematian Ibu tahun 2020 = 16 kematian ibu (91,45/100.000 KH), sedangkan jumlah kematian ibu sampai bulan agustus 2020 = 27 kematian ibu (227,22/100.000 KH).

AKI secara nasional = 305/100.000 KH (SUPAS 2015)

Target AKI RPJMN 2024 = 183/100.000 KH

Target AKI Golbal SDGs = 70/100.000 KH

Penyebab Utama Kematian Ibu : Perdarahan, PE-Eklampsia dan penyakit penyerta

 

Angka Kematian Bayi (AKB) :

  • Data SDKI 2017: Angka Kematian Neonatal (AKN) 15/1.000 KH, Angka Kematian Bayi(AKB) 24/1.000KH
  • Target Indonesia (RPJMN 2024) : AKN 10/100.000 KH, AKB 16/100.000 KH
  • Target Global SDGs 2030  AKB→ 12/1.000 KH, AKN→ 7/1.000 KH.
  • Tahun 2020 sampai dengan bulan Agustus telah terjadi 74 kasus kematian neonatal AKN 6.23/1.000 KH dan 116  kematian post neonatal AKB 9.78/1.000 KH

 

Penyebab Kematian Bayi : BBLR, Asfiksia dan Kelainan Bawaan

BBLR dan prematuritas masih menjadi penyebab  utama  kematian bayi (38,8/1000 KH)

 

Arahan Bupati :

Sebelum memberikan arahan ibu Bupati meminta masukan dari peserta rapat, adapun arahan Bupati sbb :

  1. Ibu hamil pertama kali tidak bisa dikendalikan karena tujuan perkawinan untuk melahirkan keturunan, untuk kehamilan selanjutnya bisa dikendalikan dg jalan motivasi ikut KB
  2. Peningkatan skill terhadap tenaga pemberi pelayanan
  3. Semua Rumah Sakit harus mempunyai Bank Darah 24 jam.
  4. Ventilator dicek lagi, kalau perlu tambahan alkes untuk mendukung penurunan AKI/AKB dapat diusulkan lewat APBD.
  5. Bagi Rumah Sakit Swasta dapat mengusulkan ke Pemkab dengan membuat proposal usulan tahun anggaran 2021.
  6. Buat pemetaan tenaga (Bidan dan perawat)
  7. Data peta Faskes dibuat berdasarkan rayonisasi (Polindes, Ponkesdes, Puskesmas dan BPM) dan buat aplikasi.
  8. Jaga Etika dalam bertugas karena pelayanan harus serius; petugas tidak boleh bilang tidak; ada five meeting sebelum bertugas