Resmi Dimulai, Rangkaian Kegiatan Counter Verification Data (CVD) 10-16 Juni 2026 di Kabupaten Bojonegoro
BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro terpilih menjadi lokus pelaksanaan program strategis nasional Counter Verification Data (CVD). Sebagai awal dari rangkaian program tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait 5 Indikator Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Berbasis Kinerja pada Rabu (10/06/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi erat antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan CVD di Kabupaten Bojonegoro ini dijadwalkan berlangsung selama satu pekan, mulai tanggal 10 hingga 16 Juni 2026.
Acara pembukaan FGD dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro beserta pejabat struktural, Pengelola program terkait di lingkup dinas kesehatan maupun puskesmas dan RSUD. Hadir pula tim ahli dari BRIN selaku mitra pendamping dan evaluator nasional yang akan mengawal proses verifikasi selama di Bojonegoro.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi silang (counter verification) terhadap capaian data makro maupun mikro pada 5 indikator utama BOK berbasis kinerja.
Langkah verifikasi ini dinilai sangat krusial guna memastikan bahwa pemanfaatan anggaran BOK yang telah disalurkan benar-benar sejalan dengan peningkatan kualitas luaran (outcome) pelayanan kesehatan, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu/bayi serta penanggulangan penyakit menular di tingkat akar rumput.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menyampaikan apresiasinya atas ditunjuknya Bojonegoro sebagai lokus kegiatan ini, sekaligus menekankan bahwa akurasi data merupakan pilar utama dalam menentukan arah kebijakan kesehatan daerah.
"Melalui integrasi riset dari BRIN dan supervisi dari Kementerian Kesehatan dalam proses Counter Verification Data ini, kita dapat memetakan capaian riil di lapangan secara objektif. Hal ini memastikan pemanfaatan dana BOK berbasis kinerja di Kabupaten Bojonegoro dapat berjalan efektif, efisien, dan akuntabel demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.
Pertemuan FGD di awal pekan ini akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan secara maraton oleh tim verifikator gabungan dari Kemenkes dan BRIN hingga 16 Juni mendatang. Tim akan turun langsung untuk melakukan validasi dan pemantauan mendalam di sejumlah lokus pelayanan kesehatan yang telah terpilih di Kabupaten Bojonegoro, yakni Puskesmas Tanjungharjo, Puskesmas Kasiman, Puskesmas Kalitidu, Puskesmas Gunungsari dan RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo
Rekomendasi hasil dari proses verifikasi lapangan di Bojonegoro ini nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi nasional sekaligus acuan perencanaan program kerja pelayanan kesehatan pada periode berikutnya agar semakin tepat sasaran.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
72 % |
Puas
8 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
20 % |