Pada hari rabu tanggal 30 september 2026 telah dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Mental/P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis), Skrining Mandiri Kesehatan Jiwa dan NAPZA, serta Cek Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren Jami’yatul Tholibin Addahlany, Kemiri Keccamatan Malo.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan kegiatan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dan Kepala Puskesmas Malo kepada para santri dan pengurus pondok pesantren. Selanjutnya, peserta diberikan penyuluhan mengenai kesehatan mental dan P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis). Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami masalah psikologis, cara memberikan dukungan awal kepada teman atau orang di sekitar yang mengalami masalah psikologis, serta pentingnya mencari bantuan kepada tenaga profesional apabila diperlukan.
Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan skrining mandiri kesehatan jiwa dan NAPZA. Peserta diberikan arahan mengenai tata cara pengisian skrining secara mandiri dan diberikan pemahaman bahwa hasil skrining merupakan langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan dan bukan merupakan diagnosis.
Selanjutnya dilaksanakan cek kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan kesehatan dasar sesuai dengan pelayanan yang tersedia, serta edukasi kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan. Peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan yang dirasakan dan mendapatkan informasi mengenai upaya menjaga kesehatan serta pencegahan penyakit.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapatkan antusiasme yang baik dari para santri dan pengurus pondok pesantren. Peserta mengikuti kegiatan dengan aktif serta berpartisipasi dalam sesi penyuluhan, skrining mandiri, maupun pemeriksaan kesehatan.
☘️Hasil Kegiatan
Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.
Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis) dan cara memberikan dukungan awal kepada orang yang membutuhkan.
Peserta dapat melakukan skrining mandiri kesehatan jiwa dan NAPZA.
Peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Peserta mendapatkan edukasi dan anjuran kesehatan sesuai dengan hasil pemeriksaan.
Kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari peserta.
View this post on Instagram
|
|
|
|
|
Sangat Puas
72 % |
Puas
9 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
19 % |